Aktivitas membuat program biasa disebut pemrograman (komputer). Seorang programmer (atau pemrogram dalam bahasa Indonesia) merupakan orang yang pekerjaannya membuat program. Program itu sendiri adalah kumpulan instruksi atau perintah yang direpresentasikan dalam bentuk rangkaian karakter dan simbol-simbol khusus untuk mengatur supaya komputer malakukan tindakan tertentu. Karakter-karakter dan simbol-simbol tersebut kemudian diterjemahkan oleh pengompilasi (compiler)—sejenis program—supaya dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh komputer.
Program pada sebuah komputer sering disebut pula software atau perangkat lunak. Sebuah komputer tanpa program mungkin tidak lebih dari komponen-komponen elektronik yang tidak berguna.
Sebuah program umumnya dibuat menggunakan sebuah bahasa pemrograman, meksi ada pula program yang dibuat dengan memanfaatkan lebih dari satu bahasa pemrograman, seperti program-program berbasis web yang dibuat dengan PHP, Javascript, dan MySQL.
Ada banyak bahasa pemrograman yang dapat kita pelajari. Beberapa di antaranya ialah C++, C#, Java, PHP, Python, dan Ruby. Bahasa-bahasa pemrograman ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan suatu bahasa pemrograman tentu sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan dari si pembuat program; untuk apa program tersebut dibuat?
Tampilkan postingan dengan label javascript. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label javascript. Tampilkan semua postingan
5 Tips Mudah Belajar Pemrograman Komputer
Posted by
Joe Alfaraby
22 Juli 2017
Labels:
bahasa pemrograman
,
belajar program
,
compiler
,
java
,
javascript
,
komputer
,
mysql
,
php
,
programmer
Cara Menggunakan Modal Twitter Bootstrap 3
Twitter Bootstrap dapat dikatakan sebagai framework CSS yang paling populer dan banyak digunakan saat ini. Kehadirannya bukan hanya memanjakan para desainer, tapi juga meringankan pekerjaan para pengembang web (web developer) dalam membuat rancangan awal proyek yang akan disodorkan kepada klien mereka.
Sebutan framework CSS bagi Twitter Bootstrap mungkin kurang tepat, karena selain dilengkapi komponen-komponen CSS, ia dilengkapi pula dengan komponen-komponen Javascript seperti carousel, popover, dan modal.
Melalui artikel ini, saya akan menjelaskan secara sekilas bagaimana menggunakan komponen Javascript Twitter Bootstrap (versi 3.1.1) yang disebut terakhir; modal.
Sebutan framework CSS bagi Twitter Bootstrap mungkin kurang tepat, karena selain dilengkapi komponen-komponen CSS, ia dilengkapi pula dengan komponen-komponen Javascript seperti carousel, popover, dan modal.
Melalui artikel ini, saya akan menjelaskan secara sekilas bagaimana menggunakan komponen Javascript Twitter Bootstrap (versi 3.1.1) yang disebut terakhir; modal.
Menjadi Desainer Web "Dadakan" dengan Twitter Bootstrap
Twitter Bootstrap merupakan salah satu framework populer saat ini yang banyak digunakan untuk mendesain tampilan antar muka (interface) aplikasi-aplikasi berbasis web atau mobile, termasuk untuk mempercantik halaman blog, dengan model desain responsif. Dengan model desain responsif ini, kita dapat membuat aplikasi yang tampilannya dapat mengikuti ukuran device yang digunakan.
Puluhan komponen CSS dan jQuery (seperti: breadcrumb, progress bar, carousel, dropdown menu, dan modal) yang disertakan pada paket framework ini benar-benar memanjakan siapa pun yang ingin membuat atau menyunting sisi tampilan aplikasinya dengan desain modern dan elegan. Tidak salah jika dikatakan bahwa kehadiran Twitter Bootstrap ini membuat setiap orang menjadi desainer web "dadakan". :)
Selain mudah digunakan, dokumentasi framework yang dibuat menggunakan HTML, CSS, SASS, LESS, dan Javascript ini terbilang cukup lengkap. Contoh-contoh yang disajikan pun mudah diikuti, bahkan bisa di-salin-tempel untuk langsung digunakan pada proyek-proyek yang sedang kita kerjakan.
Puluhan komponen CSS dan jQuery (seperti: breadcrumb, progress bar, carousel, dropdown menu, dan modal) yang disertakan pada paket framework ini benar-benar memanjakan siapa pun yang ingin membuat atau menyunting sisi tampilan aplikasinya dengan desain modern dan elegan. Tidak salah jika dikatakan bahwa kehadiran Twitter Bootstrap ini membuat setiap orang menjadi desainer web "dadakan". :)
Selain mudah digunakan, dokumentasi framework yang dibuat menggunakan HTML, CSS, SASS, LESS, dan Javascript ini terbilang cukup lengkap. Contoh-contoh yang disajikan pun mudah diikuti, bahkan bisa di-salin-tempel untuk langsung digunakan pada proyek-proyek yang sedang kita kerjakan.
Mendesain Templat Wordpress lebih Cepat dengan WP Framework
Posted by
Yuda
17 April 2014
Labels:
css
,
html
,
html5blank
,
javascript
,
twitter bootstrap
,
wordpress
Saat ini, para pembuat (desainer) templat Wordpress semakin dipermudah dengan bermunculannya berbagai framework Wordpress yang umumnya berlisensi MIT. Dengan lisensi ini, framework-framework tersebut dapat dimodifikasi, didistribusikan, dan bahkan dijual tanpa perlu khawatir akan pelanggaran hak cipta, selama pernyataan lisensi tersebut disertakan.
Berbeda dengan templat yang sudah jadi, yang biasa kita unduh dari situs-situs penyedia templat gratis atau berbayar, framework-framework ini umumnya dirilis dengan tampilan minimal, dalam arti tidak begitu wah jika diperhatikan dari sisi desainnya, karena memang tujuan awal pembuatannya adalah menyediakan kerangka acuan saja. Adapun untuk sisi desainnya, diserahkan sebebas-bebasnya kepada kita yang akan memermak atau bahkan "menghancurkannya". :)
Salah satu framework templat Wordpress yang saya sukai dan sering gunakan adalah HTML5Blank, buah karya Todd Motto. Sesuai nama yang diberikan si pembuatnya, HTML5Blank menggunakan tipe dokumen (document type) HTML 5, tidak jauh berbeda dengan Twenty Fourteen, templat bawaan Wordpress seperti disebutkan sebelumnya.
Berbeda dengan templat yang sudah jadi, yang biasa kita unduh dari situs-situs penyedia templat gratis atau berbayar, framework-framework ini umumnya dirilis dengan tampilan minimal, dalam arti tidak begitu wah jika diperhatikan dari sisi desainnya, karena memang tujuan awal pembuatannya adalah menyediakan kerangka acuan saja. Adapun untuk sisi desainnya, diserahkan sebebas-bebasnya kepada kita yang akan memermak atau bahkan "menghancurkannya". :)
Salah satu framework templat Wordpress yang saya sukai dan sering gunakan adalah HTML5Blank, buah karya Todd Motto. Sesuai nama yang diberikan si pembuatnya, HTML5Blank menggunakan tipe dokumen (document type) HTML 5, tidak jauh berbeda dengan Twenty Fourteen, templat bawaan Wordpress seperti disebutkan sebelumnya.