HTML adalah bahasa standar yang digunakan untuk membuat dan mestrukturisasikan halaman website. Bisa dikatakan bahwa setiap halaman website yang kita akses di internet dibuat menggunakan bahasa tanda (markup language) yang ditemukan oleh Tim Berners Lee lebih dari dua puluh tahun silam ini.
HTML5 merupakan versi HTML terbaru yang dikembangkan oleh W3C (World Wide Web Consortium) dan WHATWG (Web Hypertext Application Technology Working Group).
Meski kedua lembaga non-profit tersebut belum mengumumkan secara resmi bahwa HTML5 telah final dibuat (paling tidak hingga artikel ini saya tulis), kita sudah dapat menggunakan fitur-fitur HTML versi terbaru ini untuk membuat website.
Peramban-peramban modern (seperti: Mozilla Firefox, Google Chrome, dan Safari) pun telah mulai menerapkan spesifikasi-spesifikasi HTML5 ini. Kita bisa memeriksa apakah browser yang terpasang di komputer kita telah mendukung spesifikasi HTML5 ini dengan menggunakan layanan yang disediakan di html5test.com.
Tampilkan postingan dengan label cms. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cms. Tampilkan semua postingan
Pacar Baru itu Bernama "Laravel"
Perkenalan saya dengan Laravel terjadi kurang lebih 2 tahun lalu, ketika saya masih bekerja di sebuah perusahaan jasa hosting dan desain web selama kurang lebih satu tahun.
Di perusahaan tersebut, saya mendapat tugas membuat atau meng-custom desain aplikasi-aplikasi berbasis web pesanan para klien, entah itu menggunakan Wordpress, Joomla, OpenCart, OsClass, atau CMS yang dimiliki perusahaan.
Saya sebenarnya telah melakukan pekerjaan desain web semacam ini secara freelance sebelum bekerja di perusahan tersebut. Secara nominal, apa yang saya dapatkan secara freeance relatif lebih besar dari pada gaji bulanan dari kantor. Meski lumayan besar, saya tidak selalu mendapatkannya tiap bulan. Berbeda dengan menjadi karyawan, ada atau tidak ada pekerjaan, kita tetap dapat gaji bulanan plus pengalaman tentunya.
Ketika perusahaan mendapat tawaran pembuatan aplikasi dengan nilai proyek lumayan besar, saya ditawari pemilik perusahaan untuk mengerjakan proyek tersebut. Memang, selain mengerjakan desain, saya telah cukup lama pula mengenal, mengetahui, dan membuat beberapa aplikasi sederhana berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP, meski untuk sekala kecil.
Di perusahaan tersebut, saya mendapat tugas membuat atau meng-custom desain aplikasi-aplikasi berbasis web pesanan para klien, entah itu menggunakan Wordpress, Joomla, OpenCart, OsClass, atau CMS yang dimiliki perusahaan.
Saya sebenarnya telah melakukan pekerjaan desain web semacam ini secara freelance sebelum bekerja di perusahan tersebut. Secara nominal, apa yang saya dapatkan secara freeance relatif lebih besar dari pada gaji bulanan dari kantor. Meski lumayan besar, saya tidak selalu mendapatkannya tiap bulan. Berbeda dengan menjadi karyawan, ada atau tidak ada pekerjaan, kita tetap dapat gaji bulanan plus pengalaman tentunya.
Ketika perusahaan mendapat tawaran pembuatan aplikasi dengan nilai proyek lumayan besar, saya ditawari pemilik perusahaan untuk mengerjakan proyek tersebut. Memang, selain mengerjakan desain, saya telah cukup lama pula mengenal, mengetahui, dan membuat beberapa aplikasi sederhana berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP, meski untuk sekala kecil.
Implementasi HMVC di Codeigniter dengan Cibonfire
Posted by
Yuda
18 April 2014
Labels:
cibonfire
,
cms
,
codeigniter
,
framework php
,
hmvc
,
mvc
,
twitter bootstrap
,
wordpress
Cibonfire merupakan sebuah paket aplikasi "siap-pakai" yang dibuat berdasarkan framewok PHP, Codeigniter. Istilah "siap-pakai" yang saya gunakan di sini bukan berarti bahwa Cibonfire adalah CMS (Sistem Manajemen Isi) seperti Wordpress atau Joomla yang dapat langsung kita unggah ke server dan di-online-kan.
Cibonfire mengharuskan penggunanya mengetahui bahasa pemrograman PHP di samping, tentunya, akrab pula dengan Codeigniter. Dari segi ini, Cibonfire dapat dikatakan sebagai framework di dalam framework yang dibuat untuk memudahkan para pemrogram PHP yang hendak membangun aplikasi berdasarkan Codeigniter.
Cibonfire mengharuskan penggunanya mengetahui bahasa pemrograman PHP di samping, tentunya, akrab pula dengan Codeigniter. Dari segi ini, Cibonfire dapat dikatakan sebagai framework di dalam framework yang dibuat untuk memudahkan para pemrogram PHP yang hendak membangun aplikasi berdasarkan Codeigniter.