Para programer Java pasti sangat akrab dengan NetBeans, IDE (Integreted Development Environment) yang dapat membantu mereka membuat berbagai jenis aplikasi berbasis bahasa pemrograman yang pertama kali dikembangkan oleh James Gosling pada 1995 ini dengan lebih cepat dan efektif.
Sebuah IDE memang bukan sekadar penyunting teks (text editor). Lebih dari itu, ia dilengkapi pula dengan compiler—sejenis program yang dapat mengubah kode-kode suatu bahasa pemrograman menjadi kode-kode mesin yang dapat dieksekusi komputer—dan debugger—program yang dapat membantu seorang programer dalam mendeteksi kesalahan atau bug pada program lain.
Pada awalnya NetBeans merupakan sebuah proyek yang dikembangkan sejumlah mahasiswa berkebangsaan Ceko untuk membuat semacam program berbasis GUI (Graphical User Interface) menyerupai Delphi (dalam bahasa Pascal) untuk Java.
Meski NetBeans secara khittah merupakan IDE untuk Java, namun para pengembang web dapat pula menggunakannya untuk membuat serta mendesain berbagai aplikasi berbasis web.
Dengan diintegrasikannya fitur HTML5 ke dalam paket instalasi NetBeans IDE sejak versi 7.3, para pengembang serta desainer web semakin dipermudah dalam mengerjakan proyek-proyek mereka.
Melalui tulisan ini, saya akan menjelaskan langkah-langkah mudah membuat website jenis responsive design menggunakan NetBeans IDE versi terbaru, yakni versi 8.0.
Tampilkan postingan dengan label NetBeans. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NetBeans. Tampilkan semua postingan