Twitter Bootstrap dapat dikatakan sebagai framework CSS yang paling populer dan banyak digunakan saat ini. Kehadirannya bukan hanya memanjakan para desainer, tapi juga meringankan pekerjaan para pengembang web (web developer) dalam membuat rancangan awal proyek yang akan disodorkan kepada klien mereka.
Sebutan framework CSS bagi Twitter Bootstrap mungkin kurang tepat, karena selain dilengkapi komponen-komponen CSS, ia dilengkapi pula dengan komponen-komponen Javascript seperti carousel, popover, dan modal.
Melalui artikel ini, saya akan menjelaskan secara sekilas bagaimana menggunakan komponen Javascript Twitter Bootstrap (versi 3.1.1) yang disebut terakhir; modal.
Tampilkan postingan dengan label jquery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jquery. Tampilkan semua postingan
Menjadi Desainer Web "Dadakan" dengan Twitter Bootstrap
Twitter Bootstrap merupakan salah satu framework populer saat ini yang banyak digunakan untuk mendesain tampilan antar muka (interface) aplikasi-aplikasi berbasis web atau mobile, termasuk untuk mempercantik halaman blog, dengan model desain responsif. Dengan model desain responsif ini, kita dapat membuat aplikasi yang tampilannya dapat mengikuti ukuran device yang digunakan.
Puluhan komponen CSS dan jQuery (seperti: breadcrumb, progress bar, carousel, dropdown menu, dan modal) yang disertakan pada paket framework ini benar-benar memanjakan siapa pun yang ingin membuat atau menyunting sisi tampilan aplikasinya dengan desain modern dan elegan. Tidak salah jika dikatakan bahwa kehadiran Twitter Bootstrap ini membuat setiap orang menjadi desainer web "dadakan". :)
Selain mudah digunakan, dokumentasi framework yang dibuat menggunakan HTML, CSS, SASS, LESS, dan Javascript ini terbilang cukup lengkap. Contoh-contoh yang disajikan pun mudah diikuti, bahkan bisa di-salin-tempel untuk langsung digunakan pada proyek-proyek yang sedang kita kerjakan.
Puluhan komponen CSS dan jQuery (seperti: breadcrumb, progress bar, carousel, dropdown menu, dan modal) yang disertakan pada paket framework ini benar-benar memanjakan siapa pun yang ingin membuat atau menyunting sisi tampilan aplikasinya dengan desain modern dan elegan. Tidak salah jika dikatakan bahwa kehadiran Twitter Bootstrap ini membuat setiap orang menjadi desainer web "dadakan". :)
Selain mudah digunakan, dokumentasi framework yang dibuat menggunakan HTML, CSS, SASS, LESS, dan Javascript ini terbilang cukup lengkap. Contoh-contoh yang disajikan pun mudah diikuti, bahkan bisa di-salin-tempel untuk langsung digunakan pada proyek-proyek yang sedang kita kerjakan.