Tampilkan postingan dengan label php. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label php. Tampilkan semua postingan

5 Tips Mudah Belajar Pemrograman Komputer

22 Juli 2017
Aktivitas membuat program biasa disebut pemrograman (komputer). Seorang programmer (atau pemrogram dalam bahasa Indonesia) merupakan orang yang pekerjaannya membuat program. Program itu sendiri adalah kumpulan instruksi atau perintah yang direpresentasikan dalam bentuk rangkaian karakter dan simbol-simbol khusus untuk mengatur supaya komputer malakukan tindakan tertentu. Karakter-karakter dan simbol-simbol tersebut kemudian diterjemahkan oleh pengompilasi (compiler)—sejenis program—supaya dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh komputer.

Program pada sebuah komputer sering disebut pula software atau perangkat lunak. Sebuah komputer tanpa program mungkin tidak lebih dari komponen-komponen elektronik yang tidak berguna.

Sebuah program umumnya dibuat menggunakan sebuah bahasa pemrograman, meksi ada pula program yang dibuat dengan memanfaatkan lebih dari satu bahasa pemrograman, seperti program-program berbasis web yang dibuat dengan PHP, Javascript, dan MySQL.

Ada banyak bahasa pemrograman yang dapat kita pelajari. Beberapa di antaranya ialah C++, C#, Java, PHP, Python, dan Ruby. Bahasa-bahasa pemrograman ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan suatu bahasa pemrograman tentu sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan dari si pembuat program; untuk apa program tersebut dibuat?

Cara menampilkan Script PHP pada Web Browser

27 Mei 2014
Tulisan ini saya buat berdasarkan pertanyaan salah satu sahabat Jurnal Sagala mengenai "Cara menampilkan script PHP pada web browser". Kalimat tersebut sebenarnya kurang tepat karena yang dimaksud adalah"Cara menampilkan teks pada web browser menggunakan script PHP". Hal ini saya ketahui setelah menyimak maksud beliau secara rinci yang dikirim via email.
Sebelum saya jelaskan langkah-langkahnya, ada baiknya terlebih dahulu dipahami istilah-istilah yang berkaitan dengan web browser, HTML, dan PHP.

Web Browser

Web browser adalah aplikasi perangkat lunak yang berfungsi untuk menjelajah dunia maya (internet). Dalam bahasa Indonesia browser disebut dengan istilah peramban. Umumnya browser dapat bekerja di semua platform Sistem Operasi. Adapun Web browser yang sering dipakai oleh para pengguna antara lain:
  1. Mozilla Firefox
  2. Google Chrome
  3. Opera termasuk Opera Mini dan Opera Mobile
  4. Internet Explorer
  5. Safari
  6. Maxthon
  7. Rockmelt
  8. Sea Monkey
  9. DeepNet Explorer
  10. Avant Browser

Belajar PHP: Cara Memasang dan Menggunakan Composer

20 Mei 2014
Saya berkenalan dengan Composer ketika pertama kali belajar framework PHP bernama Laravel. Laravel memang salah satu framework yang memanfaatkan Composer sebagai dependency manager-nya, sehingga para programer PHP yang menggunakan framework karya Taylor Otwell tersebut sangat dianjurkan untuk mengakrabkan diri dengan dan menguasai cara menggunakan Composer.

Dalam konteks pemrograman PHP, dependency bisa kita pahami sebagai aplikasi siap-pakai atau pustaka-pustaka (library) yang dibuat programer lain—biasanya berupa class atau kumpulan fungsi, misalnya class untuk mengunggah file atau fungsi-fungsi untuk memanipulasi string—yang ditambahkan dan digunakan dalam aplikasi yang sedang kita buat.

Umpamanya kita akan membuat aplikasi PHP sederhana untuk menyimpan data buku koleksi pribadi yang berjumlah ratusan. Kita pun mulai merancang database dan menuliskan kode-kode PHP untuk menambah, memperbarui, serta menghapus data buku.

Data-data buku yang telah disimpan di database tersebut tentu saja harus kita tampilkan untuk memudahkan pemeriksaan serta pencarian data buku tertentu.

Karena koleksi buku yang kita miliki berjumlah ratusan, tentu tidak akan efektif jika semuanya harus ditampilkan pada satu halaman saja. Dari sini kita mulai berpikir bagaimana membagi-bagi data-data buku tersebut ke dalam beberapa halaman. Misalnya kita menginginkan setiap halaman hanya menampilkan dua puluh data buku saja.

Kita dapat kembali menuliskan kode-kode PHP berikutnya untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, kita dapat menempuh cara paling mudah dan cepat untuk mengatasinya, yakni dengan memanfaatkan pustaka class PHP yang dibuat programer lain khusus untuk kebutuhan tersebut.

Di sinilah letak pentingnya Composer. Ia akan sangat membantu kita dalam mencari dan menambahkan pustaka-pustaka tersebut ke dalam aplikasi yang sedang dibuat.

Belajar PHP : Membuat dan Menggunakan Variabel (Bagian Kedua)

04 Mei 2014
Melalui artikel sebelumnya, Belajar PHP: Membuat dan Menggunakan Variabel (Bagian Pertama), kita telah mengetahui dan mempelajari secara singkat mengenai variabel serta bagaimana mendefinisikannya dalam PHP.

Pada artikel bagian kedua ini, saya akan melanjutkan pelajaran dasar-dasar pemrograman PHP ini dengan menjelaskan tentang cara memberi nilai pada sebuah variabel.

Karena variabel memang dibuat untuk menyimpan data atau nilai (value), maka dapat dipastikan kita tidak akan menemukan satu variabel dalam sebuah skrip PHP yang tidak memiliki nilai, kecuali untuk tujuan pembelajaran seperti contoh yang saya berikan pada artikel bagian pertama.

Contoh skrip PHP berikut akan mengakibatkan munculnya notice—sebuah pesan kesalahan dalam PHP ketika kita melakukan sesuatu yang sebaiknya tidak dilakukan—manakala kita menjalankannya di browser.

<?php
   $nothing;
   echo $nothing;
?>

Bunyi pesan kesalahan tersebut kurang lebih seperti berikut: "Notice: Undefined variable: nothing in ... ".

Pesan tersebut muncul karena variabel $nothing di atas tidak memiliki nilai apa pun. Dengan memberikan nilai pada variabel $nothing, pesan kesalahan di atas akan hilang secara otomatis, meski nilai yang diberikan berupa string kosong atau NULL seperti berikut.

Belajar PHP : Membuat dan Menggunakan Variabel (Bagian Pertama)

03 Mei 2014
Variabel merupakan konsep dasar yang wajib diketahui, dipahami, dan dikuasai oleh mereka yang hendak belajar suatu bahasa pemrograman, di samping fungsi, pengulangan, serta alur-kontrol. Itu sebabnya, uraian mengenai variabel akan disajikan pada materi-materi awal dokumentasi bahasa pemrograman bersangkutan.

Variabel adalah tempat menyimpan data sementara di memori komputer. Ia bisa kita ibaratkan dengan keranjang tempat menyimpan buah-buahan. Keranjang berperan sebagai variabel, adapun buah-buahan merupakan data yang kita simpan pada variabel tersebut.

Sebagai sebuah konsep, variabel memang tidak terlalu sulit untuk dipahami.

Secara konseptual, setiap bahasa pemrograman menggunakan variabel untuk tujuan di atas. Namun, secara teknis, suatu bahasa pemrograman tertentu dapat memiliki mekanisme yang berbeda dari bahasa pemrograman lain dalam menangani variabel ini.

Hal ini bisa kita lihat, misalnya, dari cara suatu bahasa pemrograman membuat, memberi dan menampilkan nilai, serta memeriksa keberadaan variabel.

Melalui artikel ini, kita akan belajar bagaimana membuat dan menggunakan variabel dalam PHP. Secara khusus, artikel ini ditujukan bagi mereka yang hendak atau baru belajar bahasa pemrograman yang ketika lahir memiliki nama panjang Personal Home Page ini.

Belajar PHP secara Otodidak

01 Mei 2014
Belajar PHP sangatlah menyenangkan, paling tidak itu yang saya rasakan sejak pertama kali berkenalan dengan bahasa pemrograman web tersebut kurang lebih tiga tahun lalu.

PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa skrip (scripting language) yang berjalan pada sisi server (server side scripting). Secara spesifik, ia digunakan untuk membuat aplikasi-aplikasi yang diakses melalui browser (seperti: Mozilla, Google Chrome, dan Internet Explorer).

Wordpress, Joomla, dan OpenCart adalah beberapa contoh aplikasi populer yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman yang pertama kali ditemukan oleh Rasmus Lerdorf pada 1994 tersebut.

Dengan phpdesktop, kita dapat pula mengunakan PHP untuk membuat aplikasi desktop, meski hal ini bukan sesuatu yang umum dilakukan.

PHP dapat menjadi pilihan pertama bagi siapa pun yang tertarik untuk mempelajari bahasa pemrograman secara umum. Variabel, konstanta, tipe-data, fungsi, array, pengulangan, dan alur-kontrol adalah beberapa konsep dalam bahasa pemrograman komputer yang juga dapat kita temui di PHP.

5 Hal yang Harus Dihindari ketika Belajar Pemrograman

29 April 2014
Dilihat dari sudut pandang pendidikan, hasil belajar bersifat personal. Dua puluh lima peserta didik bisa saja mempelajari satu mata pelajaran yang sama, di ruang kelas yang sama, waktu yang sama, dan guru yang sama, tapi hasil belajar diukur dari perubahan-perubahan (pengetahuan, sikap, dan perilaku) masing-masing perserta didik bersangkutan.

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah kegiatan belajar. Satu di antaranya adalah cara belajar itu sendiri. Dengan merujuk pada buku Quatum Learning karya Bobbi DePorter, secara umum kita dapat mengelompokkan cara belajar kepada dua bagian: cara belajar efektif dan cara belajar tidak efektif. Cara belajar efektif akan memberikan hasil yang lebih memuaskan ketimbang yang disebut terakhir.

Hal ini juga berlaku ketika kita akan belajar pemrograman. Kita tidak akan pernah bisa membuat program jika kita melakukannya dengan cara yang salah. Kalau pun itu terjadi, maka kita pasti membutuhkan waktu lebih banyak dari yang seharusnya.

Apa yang akan Anda simak melalui tulisan ini adalah kiat-kiat sederhana dari seorang penggemar pemrograman tentang hal-hal yang sebaiknya dihindari ketika mempelajari bahasa pemrograman.

Pacar Baru itu Bernama "Laravel"

28 April 2014
Perkenalan saya dengan Laravel terjadi kurang lebih 2 tahun lalu, ketika saya masih bekerja di sebuah perusahaan jasa hosting dan desain web selama kurang lebih satu tahun.

Di perusahaan tersebut, saya mendapat tugas membuat atau meng-custom desain aplikasi-aplikasi berbasis web pesanan para klien, entah itu menggunakan Wordpress, Joomla, OpenCart, OsClass, atau CMS yang dimiliki perusahaan.

Saya sebenarnya telah melakukan pekerjaan desain web semacam ini secara freelance sebelum bekerja di perusahan tersebut. Secara nominal, apa yang saya dapatkan secara freeance relatif lebih besar dari pada gaji bulanan dari kantor. Meski lumayan besar, saya tidak selalu mendapatkannya tiap bulan. Berbeda dengan menjadi karyawan, ada atau tidak ada pekerjaan, kita tetap dapat gaji bulanan plus pengalaman tentunya.

Ketika perusahaan mendapat tawaran pembuatan aplikasi dengan nilai proyek lumayan besar, saya ditawari pemilik perusahaan untuk mengerjakan proyek tersebut. Memang, selain mengerjakan desain, saya telah cukup lama pula mengenal, mengetahui, dan membuat beberapa aplikasi sederhana berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP, meski untuk sekala kecil.

Mengajarkan Bahasa Pemrograman Web di SMK RPL

22 April 2014
Rekayasa Perangkat Lunak, atau disingkat RPL, merupakan salah satu kompetensi keahlian dalam spektrum kurikulum kelompok Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kemampuan membuat halaman web statis dan dinamis adalah dua di antara kompetensi-kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap lulusan SMK RPL ini seperti yang tercantum dalam SKKD (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Badan Standar Nasional Pendidikan Indonesia. Anda dapat mengunduh file SKKD ini di download.smkdki.net (terakhir saya akses pada 21 April 2014).

Yang membuat saya sedikit heran dari SKKD tersebut ialah adanya item kompetensi dasar yang berbunyi "membuat aplikasi web berbasis JSP". Kenapa harus dispesifikkan ke bahasa pemrograman JSP saja? Itu yang membuat saya bertanya-tanya.

JSP, kependekan dari Java Server Page, adalah bahasa pemrograman untuk membuat halaman web dinamis dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Penggunaan bahasa Java dalam JSP bisa dimaklumi karena kedua-duanya dibuat Sun Microsystems. Sebagai bahasa pemrograman web, JSP layak dipelajari oleh setiap peserta didik di SMK kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Para peserta didik pun dapat belajar bahasa pemrograman komputer secara umum melalui JSP ini.